Kamis, 02 Februari 2012

Roman Abramovich Gelontorkan Lebih £1 Miliar Untuk Chelsea Sejak 2003

EPL - Chelsea v Burnley, Roman Abramovich


Chelsea harus selalu tampil di Liga Champions jika tidak ingin menelan kerugian lebih besar.


Sejak mengambil alih Chelsea tahun 2003, Roman Abramovich hampir tak berhenti belanja pemain dan bereksperimen. Berapa uang yang telah dikeluarkan sang juragan minyak asal Rusia untuk membiayai semua itu?

The Mirror memberitakan Red Roman, demikian Roman Abramovich pernah disebut pers Inggris, telah mengeluarkan lebih £1 miliar, setara Rp 14,2 triliun, sejak mengambil alih Chelsea dari tangan Ken Bates tahun 2003.

Perhitungan ini muncul setelah manajemen Chelsea mengumumkan kinerja keuangan klub yang berakhir Juni 2011. Disebutkan, Chelsea mencatat rekor pemasukan £222 juta, tapi merugi £67,7 juta

Dibanding akhir tahun buku 2010, jumlah kerugian saat ini sedikit menurun. Bagi Abramovich, total kerugian yang dideritanya sejak membeli Chelsea menjadi £630 juta.

Jika ditambah dengan uang yang dikeluarkan Abramovich saat membeli Chelsea, total uang yang dikeluarkan sang juragan mencapai £970 juta. Jumlah ini belum termasuk belanja pemain musim panas 2011 sampai Januari 2012.

Sebelum dipegang Roman Abramovch, Chelsea kerap mengalami kesulitan finansial untuk membayar gaji pemain dan membiayai kompetisi. Ken Bates, pemilik Chelsea saat itu, terus berutang kepada Roman Abramovich sampai akhirnya tak bisa membayar.

Total utang Ken Bates kepada Abramovich, plus bunganya, adalah £340 juta. Bates akhirnya menawarkan 98 persen saham klub untuk menutupi semua utangnya. Tawaran konversi diterima Abramovich dengan senang hati.

Sejak di tangan Abramovich, Chelsea menjadi pemain aktif di pasar transfer. Pengeluaran terbesar dilakukan ketika Abramovich membawa Jose Mourinho ke Stamford Bridge, dan pembangunan The Blues sebagai salah satu kekuatan di Liga Primer dimulai.

Pergantian pelatih, dan aksi belanja setiap musim, membuat Roman Abramovich harus terus merogoh kocek yang seolah tak pernah kering. Terakhir, Abramovich menghabiskan kira-kira £70 juta untuk membeli Juan Mata, Romelu Lukaku, Thibaut Courtois, Raul Meireles pada musim panas 2011 dan Gary Cahill serta Kevin de Bruyne pada Januari 2012.

Jumlah ini belum termasuk kompensasi yang harus dibayarkan Abramovich untuk mendapatkan pelatih Andre Villas-Boas dari Porto sebesar -- menurut sumber layak dipercaya -- £13 juta.

Jadi, total uang yang dikeluarkan Abramovich dalam sembilan tahun mencapai lebih £1 miliar. Sulit menjelaskan bagaimana Chelsea bisa memenuhi ketentuan UEFA Financial Fair Play, jika semua uang yang dikeluarkan Abramovich dimasukan ke dalam kolom investasi.

Bruce Buck, chairman Chelsea, mengatakan The Blues kini sedang fokus ke upaya memenuhi ketentuan UEFA Financial Fair Play. Caranya, biaya transfer pemain dimortisasi -- dibagi panjang kontrak pemain -- agar kerugian operasional per musim bisa ditekan.

Di sisi lain, besarnya biaya yang dikeluarkan Chelsea setiap musim membuat klub itu harus selalu hadir di Liga Champions. Jika tidak, Chelsea akan kehilangan penghasilan £40 juta.
Read More..

Selasa, 31 Januari 2012

Sejarah Singkat Indonesia, Macan Asia Yang Tertidur

Pernah disegani di kawasan Asia, kini sepakbola Indonesia tertidur pulas.


Oleh Agung Harsya


Seiring semangat kebangsaan yang tercetus dasawarsa 1920-an, Ir. Soeratin Sosrosoegondo mendirikan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk mewadahi kegiatan sepakbola di nusantara sekaligus menjadi salah satu alat perjuangan bangsa. Tanpa inisiatif tersebut, sepakbola Indonesia tidak pernah dikenal di zaman kolonialisasi karena terkotak-kotak ke dalam berbagai bond sepakbola lokal. 

PSSI mulai dikhawatirkan pemerintah kolonial Hindia Belanda. Sebagai bentuk upaya menandingi kekuatan PSSI, didirikan Nederlandsh Indische Voetbal Unie (NIVU) pada 1936. Menjelang Piala Dunia Prancis 1938, dibuatlah perjanjian antara kedua pihak untuk mengirim tim perwakilan. Namun, karena tidak menghendaki bendera yang dipakai tim, Soeratin membatalkan secara sepihak perjanjian tersebut. NIVU tetap mengirimkan tim ke Prancis dengan bendera Hindia Belanda. Tim tersebut adalah perwakilan Asia pertama sepanjang sejarah Piala Dunia.

Jejak Indonesia sebagai salah satu tim yang disegani di kawasan Asia pun dimulai.

Sepakbola Indonesia memasuki periode keemasan disertai dengan sederetan pemain legendaris Merah-Putih lahir pasca-kemerdekaan, seperti antara lain Ramang, Maulwi Saelan, Suardi Arland, dan Tan Liong Houw. Pada periode yang sama, Indonesia dilatih pelatih legendaris asal Yugoslavia, Tony Pogacnik.

Nama Indonesia mulai diperhitungkan di kawasan Asia. Merah-Putih sukses menembus semi-final Asian Games Manila 1954, namun kalah 4-2 dari Taiwan. Pada partai perebutan medali perunggu, Indonesia dikalahkan Burma (sekarang Myanmar) 3-2.

Pada Olimpiade Melbourne 1956, Indonesia juga mengirimkan tim sepakbola. Di babak perempat-final, Indonesia langsung menghadapi favorit juara Uni Soviet. Setelah sempat menahan imbang 0-0, Indonesia takluk 4-0 pada partai ulangan hari berikutnya. Prestasi ini kemudian selalu disebut-sebut sebagai sejarah tertinggi sepakbola Indonesia.

Di kancah Asian Games dua tahun berikutnya di Tokyo, Indonesia kembali gugur di babak semi-final dari lawan yang sama. Kali ini Taiwan lolos ke final setelah memenangkan pertarungan 1-0. Namun, Indonesia sukses membungkus medali perunggu dengan melibas India 4-1.

Kesempatan terbaik untuk meraih medali emas muncul empat tahun kemudian ketika Asian Games digelar di Jakarta. Persiapan dilakukan dengan menyiapkan dua timnas -- satu terdiri dari pemain senior dan satu lagi dari para pemain muda. Sayangnya, ketika semangat mulai terbangun, timnas dihantam Skandal Senayan. Beberapa pemain diduga tersangkut penyuapan oleh bandar judi. Kekuatan Indonesia berkurang dan cabang sepakbola gagal total saat berlaga.

Indonesia sebenarnya juga berpeluang menembus kualifikasi Piala Dunia 1962. Setelah melewati hadangan Cina, Indonesia harus melewati Israel -- lawan yang sedang diboikot negara-negara Arab, termasuk Indonesia. Masalah politik terpaksa membendung ambisi masyarakat menyaksikan bendera Indonesia berkibar di Piala Dunia.

Hegemoni sepakbola Indonesia mulai beralih ke kawasan Asia Tenggara. Sebelum berpartisipasi dalam SEA Games 1977, Indonesia kerap berlaga di turnamen antarnegara, seperti Merdeka Games Malaysia, Piala Raja Thailand, Piala Aga Khan Bangladesh, atau President Cup Korea Selatan.

Setelah turun di pesta sepakbola Asia Tenggara itu, Indonesia harus menunggu sepuluh tahun sebelum meraih medali emas. Gol tunggal Ribut Waidi ke gawang Malaysia pada babak pertama di Senayan mengukuhkan nama Indonesia sebagai raja Asia Tenggara.

Setahun sebelumnya, Indonesia mengukir kejutan di Asian Games Seoul. Di bawah asuhan pelatih Bertje Matulapelwa, Indonesia meraih tempat keempat. Prestasi yang cukup menggembirakan itu ditambah ketika Sinyo Aliandoe mampu membawa Indonesia selangkah lebih dekat ke Piala Dunia 1986. Namun, Merah-Putih kalah tangguh dibandingkan Korea Selatan -- yang akhirnya lolos ke Meksiko.

Prestasi Indonesia mulai menukik. Usai Ferril Hattu mengapteni tim memenangi medali emas SEA Games 1991, tidak ada lagi prestasi tinggi yang diraih Merah-Putih.

Terutama ketika mulai 1999, SEA Games diikuti tim U-23. Untuk tim senior Asia Tenggara, Piala AFF -- atau dulu dikenal Piala Tigers -- menjadi ajang prestise tertinggi. Prestasi Indonesia mentok di posisi runner-up. Catatan tersebut diraih tiga kali penyelenggaraan beruntun -- 2000, 2002, dan 2004. Tidak hanya posisi nomor dua, Indonesia menuai hujatan setelah pada Piala Tigers 1998 sengaja mengalah 3-2 ketika melawan Thailand. Pertandingan itu ditandai dengan gol yang disengaja Mursyid Effendi ke gawang sendiri.

Indonesia hanya mampu mencetak kejutan-kejutan yang hanya dapat dianggap sebagai prestasi minor belaka. Empat kali berturut-turut berlaga di Piala Asia, Indonesia hampir selalu menghadirkan kejutan.

Di Uni Emirat Arab 1996, Widodo Cahyono Putro mencetak gol spektakuler yang kemudian dinobatkan sebagai gol terbaik Asia tahun yang sama. Setelah melempem di Libanon 2000, Indonesia sukses membukukan kemenangan pertama di kancah pesta sepakbola tertinggi Benua Kuning itu. Qatar ditekuk 2-1, sekaligus membuat pelatih Philippe Troussier dipecat. Pada edisi terakhir di kandang sendiri, 2007, Indonesia sempat menang 2-1 atas Bahrain. Kalah di dua pertandingan selanjutnya atas Arab Saudi dan Korea Selatan, tapi seperti dimaafkan berkat penampilan yang penuh semangat.

Animo masyarakat pun melonjak tinggi. Prestasi boleh minim, timnas tetap dicintai. Apapun, catatan tersebut tak lantas menghilangkan seretnya prestasi sepakbola Indonesia. Sudah 17 tahun lebih Indonesia tak lagi meraih gelar bergengsi. Terakhir di Piala AFF 2008, Indonesia kalah tangguh dari Thailand di babak semi-final.

Macan yang dulu mengaum lantang di Asia itu kini sedang tertidur pulas...


Sumber: http://www.goal.com/id-ID/teams/indonesia/1542/indonesia-u-23/info

Read More..

Sabtu, 28 Januari 2012

Piala FA: Penalti Juan Mata Menangkan Chelsea


FA Cup, Juan Mata, Queens Park Rangers Vs Chelsea

Chelsea melenggang ke babak kelima Piala FA setelah menang atas Queen Park Rangers, meski tidak dengan skor meyakinkan.


Chelsea memastikan mengambil tempat di babak kelima Piala FA setelah di Loftus Road, Sabtu (28/1) malam WIB bisa menundukkan tuan rumah Queen Park Rangers dengan skor tipis 1-0.

Dengan hasil itu kans Chelsea untuk menuntaskan musim dengan gelar juara di tangan masih terbuka. Selain di Piala FA, Chelsea juga masih menjadi peserta aktif di babak 16 besar Liga Champions.

Namun begitu Chelsea mengalami banyak kesulitan meraih kemenangan di kandang QPR. Butuh lebih dari satu jam bagi Chelsea untuk bisa menjebol gawang Paddy Kenny, itu pun hanya dari titik putih penalti. 

Chelsea bukannya memulai laga dengan tidak menyerang. Sejumlah peluang didapat pasukan Andre Villas-Boas sejak menit pertama.

Di menit 11, Juan Mata melepas tendangan keras mendatar, namun masih bisa dihalau Kenny. Mata kembali menunjukkan kontribusinya untuk melepas umpan dan diterima Ramires. Tapi pemain asal Brasil itu tak mampu memaksimalkan kesempatan yang dimilikinya di menit 39.

Florent Malouda juga setali tiga uang. Mendapat bola dari Juan Mata, dia melepas tendangan lemah yang tak membahayakan gawang QPR.

Di paruh kedua, QPR juga belum bisa membuat perlawanan, sementara Chelsea terus menekan. Fernando Torres nyaris memberi kontribusi jika saja umpan manisnya berhasil dimaksimalkan Daniel Sturridge di menit 51.

QPR juga sesekali melepas ancaman, di antaranya lewat tendangan Shaun Wright-Phillips di menit 59 yang masih bisa dibendung Petr Cech.

Petaka bagi QPR terjadi di menit 60, di mana Sturridge dilanggar pemain belakang tuan rumah. Alhasil, sanksi penalti diberikan dan Juan Mata menuntaskan tugasnya dengan baik.

Keunggulan itu bisa dijaga dengan baik oleh Chelsea, yang menjadikan skor 1-0 menjadi hasil akhir laga tersebut.
Read More..

Chelsea Incar Gregory Van Der Wiel Untuk Gantikan Jose Bosingwa

Gregory van der Wiel, Ajax


Chelsea berharap dapat segera mengikat Gregory Van Der Wiel untuk menggantikan peran Jose Bosingwa yang tidak kunjung menemukan performa terbaiknya.


Chelsea telah siap memboyong Gregory van der Wiel sebagai pengganti Jose Bosingwa yang masa depannya tidak menentu di Stamford Bridge.

The Daily Mail mengabarkan bek kanan asal Belanda tersebut sudah lama diminati oleh Andre Villas-Boas dan telah diincar sejak musim panas lalu. Namun, setelah negosiasi gagal, Valencia berada di barisan terdepan mendapatkan Van der Wiel dan diperkirakan mereka akan resmi mendapatkannya di bursa transfer musim dingin ini.

Sekarang, Bosingwa yang masih tidak mampu menunjukkan kualitasnya di Chelsea, memaksa The Blues kembali bergerak cepat untuk berusaha mengikat Van der Wiel.

Pemain berusia 23 tahun tersebut juga hampir bergabung dengan Bayern Munich tahun 2011 kemarin, dengan banderol sekitar £20 juta, namun akhirnya batal. 

Apabila Van der Wiel benar-benar datang, maka itu akan membuat Bosingwa tersingkir. Dan kemungkinan manajemen akan melepasnya ke Paris Saint-Germain yang berminat kepadanya.
Read More..

Andre Villas-Boas Pertahankan Jose Bosingwa

Jose Bosingwa


Bos muda Chelsea itu membantah akan melepas Bosingwa di bursa Januari.


Spekulasi yang menyebut Jose Bosingwa tak lagi masuk dalam rencana permainannya di Chelsea sehingga akan dilego dibantah Andre Villas-Boas.

Sebaliknya, manajer muda The Blues itu menegaskan siap mengambil opsi memperbarui kontrak rekan senegaranya asal Portugal itu.

Sebelumnya back kanan 29 tahun itu kuat diberitakan menuju Paris Saint-Germain menyusul Alex yang sudah resmi bergabung.

"Chelsea memiliki hak untuk perbaruan kontraknya setahun lagi dan kami akan mewujudkannya, saya pikir pada April," kata AVB di Tribalfootball.

Ikatan kerja terkini Bosingwa akan habis pada akhir musim. Di Premier League 2011/12 ini ia telah mencatatkan 19 penampilan dan mencetak satu gol.



Read More..

Branislav Ivanovic Bahagia Di Chelsea

EPL,Branislav Ivanovic,Chelsea vs Newcastle United


Branislav Ivanovic menilai dirinya lebih kuat setelah melewati masa-masa sulit di Chelsea.


Bek Chelsea Branislav Ivanovic merasa bahagia berada di Stamford Bridge, meskipun pada awalnya ia merasa kesulitan.

Seperti yang diketahui, ketika Ivanovic bergabung ke Chelsea dari Lokomotiv Moscow, pemain asal Serbia tersebut masih kesulitan karena kondisinya tidak terlalu baik saat itu.

"Bergabung dengan Chelsea adalah langkah besar dalam karir saya saat itu. Tetapi kondisi saya tidak terlalu baik dan saya mengalami cedera hamstring," ujar Ivanovic kepadaChelseafc.com.

"Bersama klub saya baik-baik saja, saya beradaptasi dengan cepat karena semua orang ingin membantu saya, jadi saya merasa gembira dan percaya diri. Masalah saya adalah saya tidak mendapatkan kesempatan bermain, jadi itu membuat saya kesulitan. Itu saat yang sulit bagi saya, tetapi saya telah melewati saat-saat itu dan itu membuat saya lebih kuat."
Read More..

Selasa, 24 Januari 2012

Cedera Otot, Frank Lampard Absen Lawan QPR

EPL,Bradley Johnson,Frank Lampard,Norwich City v Chelsea


Chelsea belum memastikan waktu pemulihan Frank Lampard.


Kehadiran gelandang Chelsea Frank Lampard pada pertandingan putaran keempat Piala FA kontra Queens Park Rangers, Sabtu (28/1) diragukan, akibat mengalami cedera otot. 

Otot betis Lampard robek saat ditahan imbang tanpa gol Norwich City yang memaksanya ditarik keluar di menit ke 36 di Carros Road. Dengan kondisi seperti ini, Lampard diprediksi absen saat menghapi QPR akhir peka ini, demikian dilansir laman resmi klub. 
Read More..